Setia melangkah

12 12 2011

setia

Setia melangkah meraih cita; inilah salah satu judul blogku yang bisa aku akses. Telah begitu sering aku membuat blog, tetapi gagal terus. Entah itu lupa karena passwordnya. Entah lupa alamat lamannya, aku masih dalam taraf pemula.Setia melangkah meraih cita, aku pilih sebagai judul dari blogku ini, karena menyadari ternyata langkah-langkah kecil ini menghantar aku untuk setia minimal dalam tugas harianku yang tampaknya rutin dan amat kecil serta sederhana. Kemampuanku dalam manfaatkan Ilmu dan Teknologi ( IT ) pun relatif sangat minim. Itu sebabnya dari hari ke hari aku belajar minimal untuk dapat memanfaatkan IT dalam proses pembelajaran. Semua Saudara diundang untuk bersama ” Setia melangkah meraih cita”
Salam bahagia Sr. Maria Odilia,KFS

http://www.mariejoseph.sch.id/





Saat berhenti di halte,…

4 07 2017

Sinar mentari pagi mengantarku untuk terus berjalan penuh syukur dan suka cita. Dalam perjalanan kutemui banyak sekali para Saudara. Dan di sebuah halte bus kota, kudapatkan seorang Bapak yang sudah lanjut usia.  Berbeda dengan yang lainnya. Bapak ini senantiasa memberikan aura penuh gembira.

Saat kami bertemu dalam tatapan mata, ada senyum di bibirnya. Dan akupun memberanikan diri untuk menyapa, ” Selamat siang Bapak,..!”

Gayung bersambut.

Bapak tua itupun memberikan salam kepadaku. Dan …aku mendengarkan apa yang Bapak tua tuturkan,…

Awalnya aku bertanya, ” Di mana anggota keluarga yang lain, kog Bapak di tengah kota ini berangkat sendiri, naik turun bus,…?”

Bapak itu menjawab penuh suka cita dan riang gembira, ” Bapak ini punya putra dan putri banyak.  Saat Bapak mengunjungi mereka di negeri empat musim. Bapak memilih jalan kaki melintasi padang salju, dan bagai taufan. Tanpa alas kaki, dan hanya dengan selembar baju di raga ini.

Begitu sampai di depan pintu, dan Bapak mengetuk pintu. Anak sulung Bapak membuka pintu, sambil berkata, ” Pergi, Bapak tua,…. ini bukan tempatmu lagi.”

Aku bersyukur banget, atas tutur kata, dan sikap buah hatiku itu. Aku tersenyum, dan mohon pamit kembali. Dan saat ini, Bapak baru turun dari pesawat. Melanjutkan perjalanan dengan angkutan umum. Bapak sungguh merasa bahagia dengan setiap peristiwa yang Bapak alami ini. Inilah kebahagian sejati menurut Bapak.”

Bahagia sejati?

Mendapat perlakuan macam itu oleh buah hatinya? Sang Bapak mengungkapkan bahwa itu semua merupakan kebahagiaan sejati!

Wouw…sungguh luar biasa!

Aku belajar dari Bapak tua ini, yang sangat sederhana di depan mataku. Namun sungguh luar biasa dalam penghayatan penuh syukur di setiap peristiwa hidupnya.

Sesulit apapun yang dihadapinya, selalu Bapak tua ini mampu bersyukur dan berterimakasih.

Perjalanan di tengah bagai salju.jpg

Berjalan di tengah bagai salju ( Gambar di unduh dari https://www.google.co.id pada hari Selasa, 4 Juli 2017 pukul 09.43)

Doa untuk anak tercinta

                       Doa untuk anak  ( Gambar di unduh dari https://www.google.co.id                                    pada hari Selasa, 4 Juli 2017 pukul 09.44)

 

Terimakasih banyak ya teman – teman, sudah relain waktu membaca tulisanku ini. Besok kita bertemu di halte selanjutnya.

Ayo tetap semangat dan bersyukur kepadaNya. Deus meus et omnia. 

Teriring salam dan doaku : Sr. Maria Odilia,KFS





Tips 3 OJL: Melakukan Rencana Tindak Kepemimpinan (RTK)

25 03 2017

Source: Tips 3 OJL: Melakukan Rencana Tindak Kepemimpinan (RTK)





Sayembara Cipta Puisi Tema “Bumi” (DL: 5 April 2017)

26 01 2017

Setiap tanggal 22 April, negara-negara di dunia memperingati Hari Bumi. Bumi tempat tinggal umat manusia ini harus diselamatkan dari berbagai ancaman global (perang, isu lingkungan, bencana, dll). …

Source: Sayembara Cipta Puisi Tema “Bumi” (DL: 5 April 2017)





KETELADANAN

7 08 2016

Kabar telah berpulangnya Bapak Purnomo ke dalam keabadian Bapa Surgawi, membuat aku kaget. Ternyata aku sudah lama tidak bersua. Kini tiba- tiba kabarnya beliau sudah menghadap Bapa Surgawi. Secara manusiawi aku sedih, namun aku percaya Tuhan telah memberikan yang terbaik bagi beliau.

Pak Purnomo

Telah kembali ke Rumah Bapa di Surga

ROBBY HERUADI PURNOMO

Pada hari Sabtu, 06 Agustus 2016 pukul 11.50 WIB

Disemayamkan  di Rumah Duka Husada, Ruang O, P

Misa Penutupan Peti : Senin, 08 Agustus 2016, pukul 19.00 WIB

Akan diberangkatkan ke tempat pemakaman pada hari Rabu, 10 Agustus 2016, pukul 09.00 di Kertamaya, Gunung Gadung

Hanya ada kepasrahan dalam diriku. Secara manusiawi aku sangat sedih. Aku belum berbuat apa – apa. Selain berterimakasih atas bimbingannya buatku. Bersama Ibu Julia, Bapak Purnomo senantiasa membantu aku belajar. Mengenal nilai – nilai hidup. Kini Bapak Purnomo telah dipanggil Tuhan.

Keteladanan beliau dalam totalitas melayani Tuhan dalam diri sesama, terutama dalam komunitas ME. Memberikan semangat bagiku untuk setia melangkah maju dalam kerendahan hati nan tulus dan suci. Dalam ketaatan dan kemurnian, juga dalam kesederhanaan sebagai seorang peziarah. Apakah yang sudah aku perbuat selama ini?

Ternyata aku masih nyaman dalam zona aman. Masih sibuk dengan diri sendiri dan masih terus mencari jati diri. Padahal di luar sana, banyak yang memerlukan bantuanku. O…o…o….

Perbuatanmu

Terimakasih Tuhan Yesus.

Atas berkatMu.

Hidup dan mati kami merupakan rahmat dariMu.

Aku percaya dalam belaskasihMu, Bapak Purnomo mengalami bahagia kekal bersamaMu di surga.

Dan bagi kami yang ditinggalkan, senantiasa ditambahkan iman, harapan dan kasih. Untuk selalu terarah kepada kehendakMu.

Terimakasih atas keteladanan Bapak Purnomo dalam totalitas melayani Tuhan dalam diri sesama. Menjadi berkatku juga untuk setia.

Melayani

Jadikanlah aku alat KasihMu. Amin.

Santo Fransiskus Asisi doakanlah kami.

Mere Marie Joseph doakanlah kami.

Semangat!

Salam dan doaku : Sr. Maria Odilia,KFS





TOTALITAS

6 08 2016

Pagi tadi saat aku bersepeda keliling kompleks rumahku, sampaikan aku di pasar rakyat. Sambil tengok kiri dan kanan, mencari tahu, ” Adakah bengkel sepeda terdekat.” Puji Tuhan ternyata ” ada”. Aku bersyukur banget. Maka kuarahkan sepedaku menuju bengkel tersebut. Wouw…sungguh luar biasa ramahnya sang tuan bengkel itu menyambut kedatanganku. Segera aku menyapa, ” Bapak, selamat pagi. Minta tolong, standar sepeda ini perlu dibuat panjang dan tolong juga pasang kembali lampu sepeda. Di tinggal sebentar ya Pak, saya ambil foto copy lebih dahulu.”

Bapak Bengkel Sepeda itu menjawab, ” Selamat pagi Ibu. Mari saya bantu memperbaikinya. “.

Karena aku hanya mengambil foto copy, akhirnya aku punya waktu banyak untuk mengamati cara kerja Bapak Tukang Bengkel Sepeda ini. Wouw..luar biasa. Fokus dan totalitas. Satu persatu diperbaikinya. Ternyata bukan hanya standarnya saja, bukan pula lampunya saja, namun segala sekrup kecil – kecilpun diperiksanya, bannya diisi udara lagi dan keranjang sepeda yang sempat “peot” karena aku jatuh saat bersepedapun diperbaikinya.

Terimakasih Tuhan. Atas keteladananMu yang hadir dalam diri Bapak Tukang Sepeda ini. Sungguh totalitas dalam bekerja. Santun dalam memberikan pelayanan dan murah hati. Aku diberi kesempatan hanya membayar jasanya senilai Rp. 25.000

Pengalaman di akhir pekan ini, sungguh memberikan bekal bagiku untuk bersyukur dan melanjutkan lagi melaksanakan tugas – tugasku penuh tanggungjawab dan suka cita. …

Semuanya menjadi rangkaian harmoni bagiku untuk terus melangkah maju, semakin mandiri, dan mencari cerdas, kreatif, beriman dan berbudi luhur. Ya. Semoga dalam berkatNya, amin.

 

Selamat berakhir pekan. Tuhan memberkati. Amin.

Odilia

Odilia.1

Odilia.2

Salam dan doaku : Sr. Maria Odilia,KFS

 

 

 





Manusia Paskah

27 03 2016

Al kisah seorang wanita muda, dalam kondisi yang sakit parah, diantar oleh sopirnya menuju pemakaman. Saat sampai di pintu gerbang pemakaman, Odilius Pak Sopir itu segera menjumpai Pak Odilino, Bapak yang bertugas menjaga kebersihan makam.

“Selamat siang Bapak, minta tolong. Temuilah Ibu yang ada dalam mobil itu!” Kata Pak Odilius kepada Pak Odilino.

“Selamat siang Ibu, apa yang bisa saya bantu?” Tanya Pak Odilino kepada Ibu Odicinta. Ibu yang dalam kondisi sakit parah yang ada di dalam mobil itu.

“Bapak, teriamakasih. Telah membantu saya untuk membelikan, meletakan bunga -bunga indah nan segar di makam anak saya. Sayalah orang yang selalu mengirim donasi untuk pembelian bunga- bunga itu. ”

Pak Odilino menjawab, ” Maaf Ibu. Donasi itu selalu saya terima, dan saya belikan bunga yang segar nan indah. Namun maaf, tidak saya letakan di makam anak Ibu. Melaingkan saya berikan kepada semua Saudara yang saya jumpai, bagi mereka yang sakit, bagi mereka yang berulang tahun dan mereka semua bahagia menerima pemberian bunga – bunga itu. Jika aku letakan di makam anak Ibu, siapakah yang menikmati? Jadi saya memilih untuk memberikan bunga – bunga itu kepada yang lebih memerlukan. Yang masih hidup.”

Pucatlah Ibu Odicinta mendengar jawaban dan argumen Bapak Odilino itu. Akhirnya segeralah Ibu Odicinta mengundang Bapak Odilius sopirnya untuk segera meninggalkan area makam.

Tiga bulan kemudian, datanglah Ibu cantik jelita, energik dan santun menemui Bapak Odilino di pemakaman. “Hallo Bapak, masih kenalkan dengan saya? Sayalah seorang Ibu yang saat itu sakit parah, yang selalu meminta bantuan untuk membelikan dan meletakan bunga segar nan indah di makam anak saya. Terimakasih atas pengalaman Bapak membagikan bunga – bunga segar nan indah untuk semua saudara yang sakit, yang berulang tahun, yang memerlukan. Perhatian dan kasih itu memberi kesembuhan dan menghidupkan. Terimakasih.”

Bapak Odilino bersyukur, atas kemurahan Tuhan Yesus untuk senantiasa berbagi rahmat. Berbagi dalam hal – hal kecil secara tulus dan jujur. Bapak Odilino juga berterimakasih atas kembalinya semangat hidup dalam diri Ibu Odicinta yang pernah putus harapan karena kematian buah hatinya. Kini dalam pengharapan, iman dan kasih Ibu Odicinta menemukan rahmat kehidupan dengan selalu bersyukur dan berterimakasih.

Selamat merayakan Paskah semua saudara dan saudari yang merayakannya. Salam kami dari Keluarga Besar SMP Marie Joseph Kelapa Gading. Terimakasih juga untuk persaudaraan Ordo Fransiskan Sekuler di Santa Klara Bekasi. Terimakasih kepada para Saudara Muda OFM, terimakasih kepada Saudara OFM Cap di Santa Klara Bekasi. Dalam kebersamaan kita merayakan Minggu Paskah, 27 Maret 2016 di Kapel Santa Klara Bekasi.

Berkat Paskah melimpah untuk kita semua. Melimpah untuk semesta. Mari melanjutkan ziarah iman ini sebagai DUTA DAMAI.

Koor SMP Marie Joseph

Pace e Bene

Santo Fransiskus dari Asisi doakanlah kami.

Santa Klara dari Asisi doakanlah kami

Mere Marie Joseph doakanlah kami.

Salam dan bahagiaku : Sr. Maria Odilia,KFS

 





Menilai

12 02 2016

Pagi ini aku bertemu dengan satu sahabatku bernama Pengamatino. Satu kisah hidup Pengamatino yang dibagikan padaku antara lain adalah …

Pengamatino melakukan pengamatan terhadap Odilino guru agama di sekolahnya. Dari hasil pengamatannya ini, Pengamatino menemukan kebiasaan dari Pak Guru Odilino selalu mencari – cari kesalahan para muridnya. Setelah menemukan pengamatannya ini, Akhirnya Pengamatino melakukan dialog persaudaraan dengan Sang Guru Odilino.

Dari hasil diskusinya, ditemukan bahwa ternyata selalu mencari yang benar terhadap setiap pribadi disekitarnya merupakan hal yang terpuji. Pengamatino mengambil keputusan bahwa yang benar itu tidak selalu sempurna. Jadi mencari kebenaran menjadi sarana untuk menanamkan aura positif terhadap pertumbuhan kehidupan.

Aku beri penghargaan terhadap Pengamatino. Sportif mampu untuk berdistribusi menanamkan aura positif dan terbuka untuk selalu mengadakan perubahan menjadi baik, dan bersama semua pihak menerima secara terbuka dan jujur, apapun yang tidak bisa diubah. Bersama – sama mempersembahkan kepada Tuhan.

Ayo sabahat muda, beri terbaik untuk Tuhan melalui sesama dan alam.

Tugas guru itu menilai, Semoga menilai dengan penuh kasih dalam berkat Tuhan. Masukan dari Pak Pengamatino bagi Odilino guru agamanya menjadi inspirasi bagiku yang juga seorang guru.

Terimakasih Pengamatino. Mari bersama, melangkah meraih cita dan mengukir prestasi. Berkat Tuhan. AminHallo.6

Salam dan doaku

Sr. Maria Odilia,KFS